PAMALI

Rabu, Mei 14, 2008 with 0 komentar »

Ada beberapa alasan kenapa pamali bagi kita menyimpan uang kertas pecahan seribu dalam dompet, yaitu:

  • Uang seribu-an dalam dompet, hanya membuat dompet gembung dan cepat rusak/robek jika dalam jumlah yang banyak. bayangin aja...dompet bisa meledak.
  • Uang seribu-an nilainya kecil. Ada yang mengatakan sebaiknya menyimpan uang yang nilainya lebih besar bisa menjadi doa agar rezki yang masuk besar-besar pula. karena dompet adalah dapur kita.
  • Minimal menciptakan kesan bagi diri kita (visualisasi) bahwa dompet kita tak pernah tersentuh oleh uang yang kecil-kecil.
  • Dan memang ternyata benar, sebuah fakta bahwa uang yang bernilai besar tidak akan pernah mau masuk ke dalam dompet jika di dalamnya ada uang seribuan. Kenapa??, bisa dibayangkan uang 50 ribu-an yang bergambar pak harto itu tentu akan takut masuk jika bertemu dengan uang seribu-an yang bergambar Pattimura yang sedang membawa sebilah pedang.

Tuli

Senin, Februari 25, 2008 with 2 komentar »

Seorang teman menderita batuk dan sangat menyiksanya. Setelah memakan obat batuk dia tidak sembuh-sembuh juga. Segala jenis obat batuk sudah dimakannya. baik yang tablet maupun yang sirup.

hari itu dia putuskan untuk berobat ke puskesmas. dia tidak perlu untuk antri berlama-lama. karena batuknya yang keras mengganggu pasien yang lain yang lagi ngantri di sekitarnya. Dari pada tersiksa atau takut ditulari, para pasien lain memilih untuk mengalah. dan akhirnya dia didahulukan.

Setelah diberi obat tertentu penyakitnya tak kunjung sembuh.
batuk yang sudah seminggu dibawanya itu kian meledak saja. dan sebagaimana hubungan antara tenggorokan hidung dan telinga (THT), akhirnya pendengarannya pun berkurang karena keseringan batuk.

waktu semakin bertambah batuk pun bertambah. Apalagi telinganya sudah tambah tuli lagi. Hari ini dia putuskan untuk menjual barang-barangnya untuk seorang dokter ahli.

Hari ini dia tak ingin mengeluhkan lagi batuknya. sudah biasa katanya. Dia lebih ingin cepat sembuh dari tulinya. dan yang pasti bisa mendengar.

"sakit apa? tanya dokter.
"Apa dok..?!! setengah berteriak.
"Sakitnya apa??? dokter balas berteriak
"Saya tuuli dook, karena batuk sayaaa..jawabnya.
Dan dokter hanya manggut-manggut saja seperti orang yang lagi berpikir.
"Tapi doook..batukku tidak usah disembuhkaan...asalkan aku bisa mendengaaar seperti sediakalaaa.
"okeee kaalaau begituuu! lalu dokter menuliskan resep dan menyerahkan kepadanya untuk ditebus. Setelah menebus obat dia lalu pulang kerumahnya.

Minggu berikutnya dia kembali lagi ke dokter.
"dokter..tuli-ku semakiiiiiin paaaarah, saking paarahnyaaa, aku tak bisa mendengaaarkan batukku lagi....!"
seperti biasanya dokter hanya manggut-manggut saja seraya berpikir. Sesekali dia menyuruh temanku itu untuk membuka mulut lebar-lebar, lalu lirak-lirik bagian atas dan bawah dalam rongga mulutnya. lalu mencatat resep buat temanku yang tuli itu.
"Hati-hati yaaaah, jangan salah makan. ini obat keraaassss lohh!!!"

Belum seminggu temanku kembali mencari dokter tersebut. belum duduk, dia langsung menciumi tangan dokter itu.
"makasih dok, tuliku sudah sembuh...sekarang aku sudah bisa mendengar batukku dengan jelas. kok bisa ya dok..obat apaan sih itu dok?
" ooo...itu toh...obat pengeras batuk!"
"????????"

Keluarga Cacing

Selasa, Februari 19, 2008 with 0 komentar »

Pernah suatu ketika keluarga cacing tanah berkumpul di ruang tengah yang sekaligus menjadi ruang makan keluarga.
Sebagaimana layaknya manusia makan, seperti biasanya, mereka duduk melingkari meja makan dan dilakukan secara bersama-sama.

Sembari makan, seorang anak cacing sambil mengeluh, melapor pada ibunya: "bu, tadi siang sepulang sekolah, aku hampir diinjak manusia. Untung ada batu, jadi aku berlindung di situ"

"alaah..itu mah biasa aja" tiba-tiba kakaknya menimpali. " barusan..nih. yah, baru tadi ini (sambil mengulang-ulangi) aku hampir dijadikan umpan buat mancing oleh manusia, bayangin coba. Untung aku cepat masuk kedalam tanah".

Ibu yang sedari tadi mendengar cerita anak2nya hanya mengangguk-angguk aja mendengarkan. sementara sang Ayah hanya konsentrasi dengan makanannya.

"bu, bu...! ternyata si bungsu angkat suara juga. "tadi syaya hampilr dilindas mobil manusyia, tryus syaya lari keencang banget..jadi syaya syelamat..

"Diam semuanya! diam!" suara sang Ayah tiba-tiba mengagetkan semuanya. semua anaknya dipandangi satu-satu. dan yang dipandangi pun akhirnya diam.

"Kalian tahu gak! papa dah sering nasehati, kalau makan jangan cerita-cerita tentang manusia! jijik dong! selera makan bisa hilang. kalian faham ?!. "Paham!!! serempak menjawab.

Men of the the year

Kamis, Januari 31, 2008 with 2 komentar »



Anda tak perlu kaget, melihat saya nangkring di sampul sebuah majalah bukanlah hal yang luar biasa. ikutan aja audisi-audisi yang biasa diselenggarakan agen-agen artis yang mau dibayar lebih murah dibanding artis yang sudah ngetop untuk model sampul majalah. Jika anda lulus seleksi pemotretan, biasanya anda akan diminta menandatangani kontrak kerja. syaratnya cuma satu yaitu wajah anda camerable. Asalkan anda berusaha, anda bisa.

Jika anda mengalami kesulitan untuk menjalani segala macam audisi dan tetek bengeknya maka cara yang paling mudah dapat anda klik disini