Seorang teman menderita batuk dan sangat menyiksanya. Setelah memakan obat batuk dia tidak sembuh-sembuh juga. Segala jenis obat batuk sudah dimakannya. baik yang tablet maupun yang sirup.
hari itu dia putuskan untuk berobat ke puskesmas. dia tidak perlu untuk antri berlama-lama. karena batuknya yang keras mengganggu pasien yang lain yang lagi ngantri di sekitarnya. Dari pada tersiksa atau takut ditulari, para pasien lain memilih untuk mengalah. dan akhirnya dia didahulukan.
Setelah diberi obat tertentu penyakitnya tak kunjung sembuh.
batuk yang sudah seminggu dibawanya itu kian meledak saja. dan sebagaimana hubungan antara tenggorokan hidung dan telinga (THT), akhirnya pendengarannya pun berkurang karena keseringan batuk.
waktu semakin bertambah batuk pun bertambah. Apalagi telinganya sudah tambah tuli lagi. Hari ini dia putuskan untuk menjual barang-barangnya untuk seorang dokter ahli.
Hari ini dia tak ingin mengeluhkan lagi batuknya. sudah biasa katanya. Dia lebih ingin cepat sembuh dari tulinya. dan yang pasti bisa mendengar.
"sakit apa? tanya dokter.
"Apa dok..?!! setengah berteriak.
"Sakitnya apa??? dokter balas berteriak
"Saya tuuli dook, karena batuk sayaaa..jawabnya.
Dan dokter hanya manggut-manggut saja seperti orang yang lagi berpikir.
"Tapi doook..batukku tidak usah disembuhkaan...asalkan aku bisa mendengaaar seperti sediakalaaa.
"okeee kaalaau begituuu! lalu dokter menuliskan resep dan menyerahkan kepadanya untuk ditebus. Setelah menebus obat dia lalu pulang kerumahnya.
Minggu berikutnya dia kembali lagi ke dokter.
"dokter..tuli-ku semakiiiiiin paaaarah, saking paarahnyaaa, aku tak bisa mendengaaarkan batukku lagi....!"
seperti biasanya dokter hanya manggut-manggut saja seraya berpikir. Sesekali dia menyuruh temanku itu untuk membuka mulut lebar-lebar, lalu lirak-lirik bagian atas dan bawah dalam rongga mulutnya. lalu mencatat resep buat temanku yang tuli itu.
"Hati-hati yaaaah, jangan salah makan. ini obat keraaassss lohh!!!"
Belum seminggu temanku kembali mencari dokter tersebut. belum duduk, dia langsung menciumi tangan dokter itu.
"makasih dok, tuliku sudah sembuh...sekarang aku sudah bisa mendengar batukku dengan jelas. kok bisa ya dok..obat apaan sih itu dok?
" ooo...itu toh...obat pengeras batuk!"
"????????"
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)





sangat variatif dan cukup bagus, kayaknya candanya harus diperbanyak nih..............
Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Monitor de LCD, I hope you enjoy. The address is http://monitor-de-lcd.blogspot.com. A hug.